Fathul Wahab (Anugerah Maha Pemberi)

(Sekelumit kisah tentang Habib Muhammad Quraish Shihab)

Dengan pujian kepada-Nya, aku mengawali biografi ini sembari berharap kepada Allah dan rahmat-Nya

Semoga rahmat-Nya tercurah kepada sosok yang kelak di hari kiamat memanggil “wahai umatku!’ lantaran kecintaan kepada mereka.

Biografi ini tentang tuanku, Habib Muhammad Quraish Shihab yang bernisbatkan kepada suku Quraish

Ia adalah ahli bayt utusan terpilih dari jalur Tuan Husain, permata sayyidah Fathimah

Lahir pada tahun 1944 M.

Sosok yang pertama kali menanamkan Al-Quran dalam dirinya adalah sang ayahanda, syaikh Abdurrahman Shihab.

Kemudian ia berguru kepada beberapa guru, di antaranya syaikh Abdul Qadir Balfaqih.

Syaikh yang mengayomi, keturunan baginda Nabi saw. Sosok yang wara dan memiliki kewibawaan seorang wali.

Kemudian ia mengembara menuju bumi Kinanah Mesir dan al-Azhar. Di sana, ia meneguk keilmuannya.

Ia mengikuti Imam Akbar syaikh Abdul Halim Mahmud, syaikh al-Azhar.

Mulazamah kepadanya hingga mempengaruhi jalan dan pemikirannya, sebagaimana telah kalian saksikan.

Setelah itu, ia kembali kembali ke tanah airnya; Indonesia yang layaknya taman surgawi yang juga kekasihnya.

Sungguh beliau telah menulis sebuah tafsir yang jumlahnya 15 jilid.

Ia menamakannya Al-Misbah, sebagai cahaya yang memendar pekatnya malam.

Inilah biografi singkat tentang guru kami. Ahli Al-Quran serta seorang pembimbing jalan kita.

Semoga Allah menjaganya terus menerus dan memberikannya nikmat keselamatan.

Kairo, 23 April 2019 – Syihab Asy-Syaibani (Beben)
Beben adalah salah satu alumni Pascatahfidz Bayt Al-Quran – Pusat Studi Al-Quran angkatan ke-12, yakni pada tahun 2014. Kini ia sedang menimba ilmu di Al-Azhar Kairo Mesir di fakultas Dirasat Al-Islamiyah. Santri asal Bali ini memberikan syi’ir Fathul Wahab kepada Abi Quraish dalam kunjungannya pasca menerima penghargaan di Konferensi Internasional akhir januari lalu.