Kelas Reguler

Pesantren Pascatahfiz Bayt Al-Quran

Pusat Studi Al-Quran

Angkatan ke-30

Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap Alquran kian hari kian meningkat. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya para penghafal Al-Quran di negeri ini. Bahkan sebagian sudah menembus kancah internasional dengan menjuarai berbagai even di mancanegara.

Hal tersebut merupakan sesuatu yang harus kita syukuri, yang salah satu bentuknya adalah dengan membina para penghafal Al-Quran itu agar tidak berhenti pada tahap menghafal, namun juga melangkah lebih jauh dengan berusaha memahami maknanya.

Atas dasar itulah, Bayt Al-Quran di bawah naungan Pusat Studi Al-Quran berinisiatif membuka program Pascatahfidz, yang tujuan utamanya adalah membekali para huffazh Al-Quran dengan perangkat keilmuan yang membantu mereka berinteraksi dengan Al-Quran secara tepat, dan skill pengembangan diri agar bisa terlibat aktif dalam membumikan nilai-nilai Al-Quran di masyarakat.

Sejak berdirinya pada 18 Agustus 2009 hingga kini, program ini telah telah menghasilkan 29 angkatan, dengan rerata 30 orang per angkatan, termasuk angkatan program virtual yang diadakan semasa pandemi lalu, dengan jumlah santri sekitar 50-60 orang per angkatan. Santri perempuan juga sudah mulai diterima sejak program diadakan secara virtual, dan pertama kali diterima secara offline pada angkatan ke-27.

KRITERIA PESERTA PASCATAHFIZH REGULER

Peserta Program Pesantren Pascatahfizh Bayt Al-Quran ini berjumlah 30 dengan kriteria sebagai berikut:

1. Laki-laki dan Perempuan

2. Surat Keterangan Khatam Tahfizh al-Quran

3. Memiliki Kemampuan Dasar Baca Kitab

4. Berusia 18-30 Tahun

5. Tinggal di asrama dan berkomitmen tidak pulang hingga program selesai.

 

WAKTU PELAKSANAAN

Pendaftaran : 5 November – 15 Desember 2022

Tes dan Seleksi : 23 – 25 Desember 2022

Pengumuman Kelulusan : 27 Desember 2022

Periode Kegiatan 6 Bulan : 25 Januari – 26 Juli 2023

 

MATERI YANG DISAJIKAN

Materi Utama: Ulumul Qur’an, Qawa’id Tafsir, Qira’at, dan Manahij Mufassirin (Materi utama ini disajikan secara rutin)

Materi Penunjang: Tafsir Maudhu’i, Tafsir Ayat Ahkam, Tafsir Ayat Akidah, Ilmu Hadits, Sirah Nabawiyah, Balaghah al-Qur’an, Moderasi Beragama, Pendekatan Semantik dalam Studi al-Qur’an, Pendekatan Sufistik dalam Tafsir al-Qur’an. (Materi penunjang sifatnya tambahan dan disajikan secara tentatif)

Materi Kepesantrenan: Muraja’ah Hafalan al-Qur’an, Khatmul Qur’an setiap Jumat, Kultum, Diskusi Literatur Tafsir, Mengaji Sorogan (Kitab Ulumul Qur’an), dan Bincang Pemikiran Kontemporer.

Kewirausahaan: koperasi atau jenis usaha dalam lingkungan BQ-PSQ.

 

NARASUMBER

Materi Utama: Dr. Syahrullah Iskandar, MA., Dr. A. Husnul Hakim, MA., Dr. Ahsin Sakho Muhammad, MA., Dr. M. Ali Nurdin, MA, Muhammad Arifin, MA. Dr. Ulinnuha, MA

Materi Penunjang: Dr. KH. Sahabuddin, Prof. Dr. Asep Usman Ismail, MA., Faried F. Saenong, Ph.D., Dr. Zainal Arifin Madzkur, MA, Dr. Fakhrurrozi, MA, Dr. Nur Rofi’ah, Bil. Uzm, Ust. Masrur Ikhwan, MA, Romli Syarqowi, MA., Najelaa Shihab, M.Psi., Dr. Moch. Syarif Hidayatullah, Lc., M. Hum, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Laksda (Purn) Husein Ibrahim Assegaf, MBA.

Materi Kepesantrenan dan Kewirausahaan: Pengurus Pesantren Pascatahfiz Bayt Al-Quran

 

SARANA PEMBELAJARAN

Pembelajaran dilakukan secara offline atau tatap muka di kelas dan/atau di Masjid Bayt Al-Quran

 

METODE PEMBELAJARAN

Metode pembelajaran pada Program Pesantren Pascatahfizh Bayt Al-Quran ini meliputi:

Metode Ceramah, yaitu narasumber menyampaikan materi sesuai topik dan durasi waktu yang telah ditentukan. Di akhir disediakan waktu untuk peserta bertanya atau menanggapi materi yang disajikan narasumber. Metode ini akan lebih dominan digunakan dalam pelaksanaan program ini. Meski begitu, ada beberapa alternatif metode yang dapat digunakan, sebagaimana berikut.

Metode Diskusi, yaitu narasumber/fasilitator telah menetapkan sejumlah topik dan membagi kelas ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok secara bergiliran setiap pertemuan menjadi presentator sesuai topik yang telah ditentukan. Setelah presentasi, ada alokasi waktu untuk dialog interaktif bagi santri lainnya.

Metode Resitasi, yaitu narasumber/fasilitator mengarahkan peserta untuk menyusun sebuah resume terkait materi yang sudah disampaikan oleh narasumber/presentator.

Metode Training, yaitu melatih keterampilan (soft skill) peserta dengan cara menyusun artikel/makalah ataupun review buku dan semisalnya terkait materi yang disajikan.

 

PEMBIAYAAN

Untuk pembiayaan Program Pesantren Pascatahfizh Bayt Al-Quran ini sepenuhnya dari pelaksana program, yaitu Pesantren Pascatahfizh Bayt Al-Quran-Pusat Studi al-Qur’an dengan supervisi Yayasan Dakwah Lentera Hati.