Kelas Offline

 

 

PENERIMAAN SANTRI BARU

KELAS OFFLINE ANGKATAN 27

PERIODE JANUARI – APRIL 2022

PESANTREN PASCATAHFIZH BAYT AL-QURAN

PUSAT STUDI AL-QUR’AN

Pesantren Pascatahfiz Bayt al-Qur’an yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Pusat Studi al-Qur’an Yayasan Dakwah dan Lentera Hati telah hadir sejak satu dasawarsa silam. Sejak berdirinya, pesantren ini telah menghasilkan dua puluh satu angkatan, dengan rerata 30 orang per angkatan, yang alumninya tersebar ke seantero nusantara. Di masa pandemi, pesantren ini juga tetap menjalankan programnya secara virtual dengan durasi dua bulan per angkatan dengan jumlah santri sekitar 50-60 orang. Santri perempuan juga sudah mulai diterima di program virtual ini.

Salah satu karakteristik pesantren ini adalah membina santri yang telah dinyatakan lulus tahfiz al-Qur’an 30 juz dengan kemampuan dasar berbahasa Arab yang memadai. Materi yang disajikan pun spesifik ke pendalaman ilmu-ilmu al-Qur’an, Tafsir, ataupun Qira’at yang bertujuan membekali peserta didik agar menjadi hafizh al-Qur’an yang berwawasan qur’ani, moderat, terampil, dan berintegritas. Program ini pun terbilang unik, baik dari sisi santri, materi yang disajikan, maupun pengajarnya. Kualifikasi santri yang diterima hafizh al-Qur’an yang memang menjadi dasar pikiran awal berdirinya program ini, yaitu mewadahi para penghafal al-Qur’an dengan pembekalan keilmuan al-Qur’an berikut keterampilan. Para pengajar yang berbagi ilmu dengan santri adalah yang ahli di bidangnya. Di samping itu, kepuasan lulusan dan pengguna yang mengapresiasi berjalannya program ini juga semakin mengukuhkan urgensi pengembangan program ini.

Pembelajaran tatap muka perlahan bisa dilaksanakan seiring meredanya pandemi yang telah melanda negeri ini sejak awal 2020 lalu. Meski dengan tetap waspada dan terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, program pembelajaran berjalan dengan kenormalan baru. Dengan terus mengevaluasi program yang telah berjalan dan menimbang perkembangan yang ada, maka dipandang perlu pembaruan kurikulum pada program pascatahfizh Bayt al-Qur’an ini. Program ini diharapkan menjawab tantangan sekaligus dapat meningkatkan kapasitas pendidikan dan keterampilan santri agar mampu merespons perubahan.

 

KRITERIA PESERTA PASCARAHFIDZ REGULER

Peserta Program Pesantren Pascatahfiz Bayt al-Qur’an ini berjumlah 30 orang yang memenuhi kriteria:

  1. Terbuka untuk putra dan putri
  2. Sudah khatam 30 Juz bil ghaib
  3. Mengetahui dasar Ilmu Bahasa Arab
  4. Berusia antara 18-30 tahun
  5. Tinggal di Asrama dan berkomitmen tidak pulang hingga program selesai.

 

Waktu Pelaksanaan

  1. Pendaftaran : 24 November – 10 Desember 2021
  2. tes dan seleksi : 13 Desember- 15 Desember 2021
  3. Pengumuman : 18 Desember 2021
  4. Periode kegiatan: Januari- 17 April 2022

Materi yang Disajikan

  1. Materi Utama: Ulumul Qur’an, Qawa’id Tafsir, Qira’at, dan Tafsir Maudhu’i. (Materi utama ini disajikan secara rutin)
  2. Materi Penunjang: Ilmu Hadits, Sirah Nabawiyah, Balaghah al-Qur’an, Moderasi Beragama, Psikologi Pengembangan Diri, Pendekatan Semantik dalam Studi al-Qur’an, Pendekatan Sufistik dalam Tafsir al-Qur’an. (Materi penunjang sifatnya tambahan dan disajikan secara tentatif)
  3. Materi Kepesantrenan: Muraja’ah Hafalan al-Qur’an, Khatmil Qur’an setiap Jumat, Kultum, Mengaji Kitab “Akhlaq al-Nubuwwah”, Diskusi Literatur Tafsir, Mengaji Sorogan (Kitab Ulumul Qur’an), dan Bincang Pemikiran Kontemporer.
  4. Kewirausahaan: koperasi atau jenis usaha dalam lingkungan BQ-PSQ.

Narasumber

  1. Materi Utama: Dr. Syahrullah Iskandar, MA., Dr. A. Husnul Hakim, MA., Dr. Ahsin Sakho Muhammad, MA., Dr. M. Ali Nurdin, MA
  2. Materi Penunjang: Dr. Sahabuddin, Prof. Dr. Asep Usman Ismail, MA., Muhammad Arifin, MA., Faried F. Saenong, Ph.D., Romli Syarqowi, MA., Najelaa Shihab, M.Psi., Dr. Syarif Hidayatullah, MA., Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
  3. Materi Kepesantrenan dan Kewirausahaan: Pengurus Pesantren Pascatahfiz Bayt al-Qur’an

Sarana Pembelajaran

  1. Pembelajaran dilakukan secara offline atau tatap muka di kelas.
  2. Masjid Bayt Al-Quran

Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran (learning method) pada Program Pesantren Pascatahfiz Bayt al-Qur’an ini adalah:

  1. Metode Ceramah, yaitu narasumber menyampaikan materi sesuai topik dan durasi waktu yang telah ditentukan. Di akhir disediakan waktu untuk peserta bertanya atau menanggapi materi yang disajikan narasumber. Metode ini akan lebih dominan digunakan dalam pelaksanaan program ini. Meski begitu, ada beberapa alternatif metode yang dapat digunakan, sebagaimana poin b, c, dan d berikut.
  2. Metode Diskusi, yaitu narasumber/fasilitator telah menetapkan sejumlah topik dan membagi kelas ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok secara bergiliran setiap pertemuan menjadi presentator sesuai topik yang telah ditentukan. Setelah presentasi, ada alokasi waktu untuk dialog interaktif bagi santri lainnya.
  3. Metode Resitasi, yaitu narasumber/fasilitator mengarahkan peserta untuk menyusun sebuah resume terkait materi yang sudah disampaikan oleh narasumber/presentator.
  4. Metode Training, yaitu melatih keterampilan (soft skill) peserta dengan cara menyusun artikel/makalah ataupun review buku dan semisalnya terkait materi yang disajikan.

Pembiayaan

Untuk pembiayaan Program Pesantren Pascatahfiz Bayt al-Qur’an ini sepenuhnya dari pelaksana program, yaitu Pesantren Pascatahfiz Bayt al-Qur’an-Pusat Studi al-Qur’an dengan supervisi Yayasan Dakwah Lentera Hati.