Sikap Tidak Mudah Terprovokasi

Sikap Tidak Mudah Terprovokasi

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim, beberapa waktu lalu telah berhasil menangkap sejumlah orang dan anggota The Family Muslim Cyber Army (TFMCA) yang merupakan komplotan, diduga menyebarkan isu provokatif dan bermuatan suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) di media sosial. Mereka kerap menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks, seperti isu kebangkitan PKI, penculikan ulama, dan penyerangan terhadap nama baik presiden, pemerintah, serta tokoh-tokoh tertentu.

Ketika ulah sekelompok orang yang menyebarluaskan hoaks dan ujaran kebencian dinilai sudah kebablasan dan secara sengaja dilakukan, maka diperlukan literasi media, yang bertujuan menjadikan individu menjadi “melek media” yaitu memiliki pemahaman dan kecakapan terhadap akses, pengetahuan, dan informasi dari media yang digunakan. Karena itu khutbah jum’at ini berjudul: Sikap Tidak Mudah Terprovokasi.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat/49: 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Ayat di atas menjelaskan kepada kita tentang perlunya sikap tidak mudah terprovokasi terhadap berita, isu, desas desus, hoaks, dan ujaran kebencian dengan cara melakukan tabayyun/ klarifikasi atau check and re-check.

  • Pengertian Sikap dan Provokasi

Kata sikap berasal dari bahasa Latin, “aptus” yang berarti “dalam keadaan siap” atau “sehat dalam melakukan tindakan”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sikap adalah perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pada pendirian, keyakinan. Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa.

Provokasi, menurut Kamus Besar bahasa Indonesia adalah perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut; penghasutan; pancingan. Terprovokasi berarti terpancing atau terpengaruh untuk melakukan perbuatan negatif, misalnya perusakan, seperti contoh kalimat: pengunjuk rasa sempat terprovokasi.

  • Sikap Tidak Mudah Terprovokasi

Sedikitnya, ada 5 sikap yang harus kita kembangkan agar tidak mudah terprovokasi, yaitu:

  1. Jangan Langsung Menerima atau Menolak.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra/17: 36.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

  • Cermati Kebenaran Informasi yang Diterima.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat/49: 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti…

Ayat di atas menjelaskan bahwa:“Orang yang tidak dikenal memiliki pengetahuan tentang bidang yang disampaikannya apalagi tidak dikenal identitasnya tidak layak diterima begitu saja pemberitaannya, karena boleh jadi dia berbohong, atau kalaupun dia bukan pembohong, keterbatasan pengetahuaannya menjadikan dia dapat menyampaikan berita yang tidak benar”.

  • Kendalikan Emosi, Jangan Mudah Terpancing Berita Hoaks.

Pandai mengendalikan emosi termasuk ciri orang yang bertaqwa, seperti disebut dalam QS. Ali Imran: 134.

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imran:134).

  • Perbaiki Diri, Jauhi Hal Negatif.

Seperti disebut dalamQS. Al-Hasyr: 18.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18.

  • Sebarkan Berita Positif.

QS al-Ahzab/33: 70.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,

Kata sadid, menurut M.Quraish Shihab bukan saja berarti “benar, tetapi juga tepat waktu dan sesuai” Memang, setiap ucapan ada tempat dan waktunya ( li kulli maqool maqoom wa likulli maqoom maqool).

Wallahu a’lam